Rabu, 05 April 2017

Simpan Sayur Mayur

Pagi Bunda LE  ....

sekedar mau berbagi pengalaman tentang penyimpanan bahan sayuran ...

sudah 3 tahun ini saya menggeluti usaha sayuran potong siap masak, berawal dari pengalaman pribadi, harus memasak tiap pagi untuk bekal suami dan bekal saya sendiri

Setiap seminggu sekali biasanya saya belanja kebutuhan seminggu untuk bahan sayuran dan lauk pauk. setelah itu saya siangi dan saya potong-potong sesuai kebutuhan, misalnya wortel, sudah saya pisahkan potongan untuk bakwan dan potongan untuk sup. tempatnya pun saya pisahkan. Untuk penyimpanan saya menggunakan tempat makanan berbahan dasar plastik dan kedap udara.

Semuanya bertahan hingga seminggu ... bahkan lebih ... kebiasaan saya ini ternyata menghasilkan uang pada akhirnya.

Ketika saya memutuskan untuk berhenti bekerja ditahun 2014, saya mencoba berjualan online sayuran potong dan lauk siap masak. Alhamdulilah usaha ini masih berjalan hingga sekarang, bahkan suami juga ikut resign untuk bersama-sama membesarkan usaha ini.

Semakin kesini saya banyak belajar bagaimana menyimpan sayuran yang treatment nya berbeda untuk masing-masing jenis sayuran.

Beberapa tips buat bunda untuk menyimpan sayuran :

1. sepulang dari pasar semua sayuran bisa dibersihkan, untuk daun bawang misalnya, dibuang akarnya yang masih ada tanahnya, setelah di cuci bersih dikeringkan hingga benar-benar kering. Khusus daun bawang, bisa dibungkus kertas kopi agar lebih awet lalu disimpan dilemari pendingin

2. Semua jenis daun daunan adalah sayuran yang paling tidak tahan lama. seperti bayam dan kangkung. setelah dicuci (biasanya belum saya petik daunnya) disimpan didalam wadah kotak yang tertutup sehingga daun tidak tertindih sayuran lain setelah sebelumnya diangin anginkan hingga kering. ini bisa tahan sekitar 3-5 hari jika disimpan didalam lemari pendingin

3. wortel, kentang, labusiam adalah bahan yang tahan lama, biasanya saya beli agak banyak untuk bahan-bahan ini. Untuk wortel setelah di cuci bersih dan dianginkan, saya simpan dilemari pendingin langsung. Kentang tidak perlu masuk kedalam lemari pendingin, cukup ditaruh ditempat terbuka (keluarkan dari plastik pembungkus ya) ditempat yang cukup kering. Labusiam saya masukkan kedalam kulkas, kalau memilih di potong-potong dulu, saya simpan diwadah berbahan plastik dan tertutup rapat

4. Untuk bumbu, saya siangi dan saya blender. Lalu saya simpan di wadah kaca yang kedap udara. Sebelum disimpan biasanya saya rebus dulu bersama botol kacanya selama setengah jam.

5. Untuk ikan, ayam, dan daging biasanya setelah dibersihkan dan saya bagi-bagi dalam wadah untuk beberapa kali masak saya simpan dalam freezer. kenapa musti saya bagi-bagi? karena setelah masuk kedalam freezer dan akan digunakan, daging/ikan/seafood/ayam yang telah di keluarkan dalam freezer dalam suhu ruang harusnya tidak boleh lagi dimasukkan kedalam freezer. Bakteri akan hidup pada proses mengembalikan bahan-bahan tersebut dalam suhu ruang, kecuali kalau proses ini dilakukan didalam chiller ... tapi kan butuh satu hari satu malam hehehhe ... makanya saya sudah pisahkan sesuai porsi yang akan saya gunakan, sehingga bahan sisa yang belum terpakai masih tetap awet

Tujuan menutup rapat adalah meminimalisir bakteri yang akan mempercepat proses pembusukan si sayuran tadi ... Setelah memulai usaha sayuran potong siap masak, saya mengawetkan nya dengan menyimpan semua bahan tersebut di dalam plastik yang di vakum. Alat vakum rumahan harganya sekitar 750k

Alat vakum ini gunanya banyak banget loh, Bun .... beberapa pengembangan produk saya mengandalkan alat ini agar bahan tetap awet ... adonan kue cubit siap pakai misalnya ....

Demikian sharing saya ya Bun .... mudah-mudahan berguna ... monggo loh kalau ada yang ingin memberikan pencerahan lagi

2 komentar:

  1. hai mbak ... salam kenal ... mohon maaf sebelumnya, sepertinya saya mengenali tulisan ini mbak ... tulisan ini saya tulis untuk group langsung enak tahun 2017. Apakah ini tulisan yang mbak tulis sendiri ?

    BalasHapus